RINGKASAN
PSIKOLOGI UMUM DAN PERKEMBANGAN
A. Pengertian Psikologi
Ilmu Pengetahuan yang mempelajari tingkah laku atau kegiatan psikis individu dalam hubungannya dengan lingkungan
B. Tujuan mempelajari Psikologi
Dapat memiliki tiga kemampuan dasar:
1. Understanding : memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip
psikilogi yang umumnya mendasari tingkah laku.
2. Predicting: Berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, diharapkan mampu
mendeteksi permasalahan-permasalahan psikologis yang terjadi di
lapangan pendidikan.
3. Controlling : mampu menguasai dirinya dan terampil mengatasi permasalahan
kependidikan dengan Psikologis.
C. Fungsi psikologi sebagai ilmu
Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
* Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
* Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
* Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau ''treatment'' serta rehabilitasi atau perawatan.
D. Cabang-Cabang Psikologi
1. Psikologi Teoritis 3. Psikologi Terapan
2. Psikologi Empiris -Psikologi Pendidikan
- Psikologi Umum -Psikologi Perusahaan.
- Psikologi Khusus -Psikologi Medis
-Psikologi Sosial -Psikologi Kriminal.
-Psikologi Deferensial. -Psikologi Klinis.
-Psikologi Tipology
-Psikologi Perkembangan.
-Psikologi Dinamika
-Psikologi Bangsa.
-Psikologi Hewan.
E. Metode Psikologi
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
Metodologi Eksperimental
Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya.
Observasi Ilmiah
Pada observasi ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
Sejarah Kehidupan
Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya.
Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.
Angket
Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.
Pemeriksaan Psikologi
Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes. Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.
.Metode dan sumber memperoleh data
1. Metode Observasi. 3. Metode Klinis
a.Metode Introspeksi (Retrospeksi) 4. Metode Eksperimen
b.Metode Instrospeksi eksperimental. a. Metode Eksperimen.
c.Metode Ekstrospeksi b. Metode Tes
2. Metode Pengumpulan
a.Metode Pengumpulan material.
b.Metode Biografi dan otobiografi
c.Metode Angket.
F. Pendekatan Psikologi
Pendekatan perilaku
Menurut pendekatan behaviorisme /perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas rangsang/stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
Pendekatan kognitif
Pendekatan psikologi kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S - O - R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
Pendekatan psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau motivasi/dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
Pendekatan fenomenologi
Pendekatan psikologi humanistic/fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi diri nya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
G. Kajian psikologi
Psikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi dan ilmu saraf pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. Beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
1. Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut
2. Psikologi sosial
Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
:* studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang
persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
:* studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial,
perilaku meniru dan lain-lain
:* studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan
kekuasaan, kerja tim kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.
3. Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
4. Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi, kemampuan bahasa dan emosi.
H. Manusia sebagai obyek Psikologi
Firman Allah Q.S.At Tin 4-6)
1. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-
baiknya .
2. Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi
mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
Manusia disebut:
1.Homo Educandum
2.Homo Estetika
3.Homo Socius
4.Homo Sapiens
5.Homo Homini Lupus
6.Homo Religius
I. Psikologi sebagai ilmu pengetahuan
Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.
Laboratorium Wundt:
Pada tahun 1879 Wilhem Wundt mendirikan laboratorium Psikologi pertama di ''University of Leipzig'', Jerman. Ditandai oleh berdirinya laboratorium ini, maka metode ilmiah untuk lebih mamahami manusia telah ditemukan walau tidak terlalu memadai. dengan berdirinya laboratorium ini pula, lengkaplah syarat psikologi untuk menjadi ilmu pengetahuan, sehingga tahun berdirinya laboratorium Wundt diakui pula sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.
Berdirinya Aliran Psikoanalisa:
Semenjak tahun 1890an sampai kematiannya di 1939, dokter berkebangsaan Austria bernama Sigmund Freud mengembangkan metode psikoterapi yang dikenal dengan nama psikoanalisis. Pemahaman Freud tentang pikiran didasarkan pada metode penafsiran, introspeksi, dan pengamatan klinis, serta terfokus pada menyelesaikan konflik alam bawah sadar, ketegangan mental, dan gangguan psikis lainnya.
J. Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wilhelm Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Ilmu Jiwa Ketika masih cabang Filsafat Psikologi Ilmu yang otonom
-Memisahkan jiwa dan raga. Tidak memisahkan jiwa dan raga
-Jiwa tidak berubah Jiwa merupakan 1 kesatuan.
-Jiwa menjadi daya-daya - W. Wundt
- Plato. - S. Freud
- Aristoteles - Alfred adler
- Descartes - CG. Jung
- John Locke
K. Wilayah Terapan Psikologi
Wilayah terapan psikologi adalah wilayah-wilayah dimana kajian psikologi dapat diterapkan. walaupun demikian, belum terbiasanya orang-orang Indonesia dengan spesialisasi membuat wilayah terapan ini rancu, misalnya, seorang ahli psikologi pendidikan mungkin saja bekerja pada sebuah perusahaan, atau sebaliknya.
1. Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi. Yang bertujuan untuk membentuk mind set anak
2. Psikologi industri dan organisasi
Psikologi industri memfokuskan pada menggembangan, mengevaluasi dan memprediksi kinerja suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh individu, sedangkan psikologi organisasi mempelajari bagaimana suatu organisasi memengaruhi dan berinteraksi dengan anggota-anggotanya
3. Psikologi kerekayasaan
Penerapan psikologi yang berkaitan dengan interaksi antara manusia dan mesin untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (''human error'')
4. Psikologi klinis
Adalah bidang studi psikologi dan juga penerapan psikologi dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu ke ambang [[normal]].'''
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan perubahan yang mencangkup fisik atau perubahan jasmani individu yang sehat dalam waktu tertentu. Perkembambangan mencangkupperubahan-perubahan secara psikis. Perkembangan ini ditunjang oleh faktor lingkungan sehingga muncul hal baru untuk mencapai kedewasaan.
Perkembangan dapat meliputi :
1. Perkembangan kognitif
2. Perkembangan sosial
3. Perkembangan moral
4. Perkembangan efektif, dan lain-lain
B. Fase dan tugas perkembangan
Fase merupakan rentan waktu secara umum,misal perkembangan dari masa bayi, masa anak-anak,masa dewasa dan seterusnya. Sedangkan tugas merupakan suatu yang harus terpenuhi, apabila tidak terpenuhi maka ada masalah pada anak tersebut, misal anak pada usia 2 tahun seharusnya sudah bisa berjalan.
Banyak sekali pendapat-pendapat mengenai fase dan tugas perkembangan. Namun disini hanya akan dibahas fase dan tugas perkembangan yang merupakan kesimpulan dari pendapat-pendapat itu.
Fase pralahir ( sebelum kelahiran ) Pada fase ini memiliki 3 tahap pengelompokan yaitu ovum, periode embrio, dan periode janin. Dalam biologi kehidupan itu dimulai dari waktu konsepsi atau pembuahan. Waktu pembuahan hingga kelahiran kira-kira 9 bulan 10hari lamanya.
Masa bayi ( usia 18-24 bulan ) Masa ini merupakan, masa dimana semua kebutuhan tergantung kepada orang lain terutama ibunya. Banyi disini nampak sangat tidak berdaya, mereka hanya dapat menangis, menyusu dan tidur, namun sebenarnya bayi lebih responsif terhadap lingkungan ( Rita L. Atkinson). Misal seorang bayi akan berhenti menghisap untuk mendengarkan suara yang baru. Setelah diulang beberapa kali, bayi tidak menaruh perhatian lagi, jika diperdengarkan suara yang berbeda bayi akan berhenti menghisap dan memperhatikannya lagi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dia dapat membedakan suara yang asing dan yang belum pernah didengarnya.
Masa anak ( usia 2-11 tahun ) Ini merupakan masa yang baik untuk belajar. Pada usia 2 tahun hingga 5 tahun merupakan masa bermain anak. Pada usia 6 taau 7 tahun biasanya anak mulai bersekolah dan menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Masa remaja ( usia 12-20 tahun ) Masa ini merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Biasanya ditandai dengan masa pubertas. Dan pada masa ini juga mereka akan mulai mempersiapkan dan mengembangkan ketrampilan untuk mempersiapkan masa depan. Namun masa remaja cenderung menimbulkan kebimbangan antara ketergantungan dan kemandirian.
Masa dewasa ( usia 21-60 tahun ) Masa awal kedewasaan antar usia 21 tahun - 40 tahun. Pada usia ini biasanya seseorang akan menyibukkan diri pada suatu pekerjaan atau usahanya.
Selanjutnya masa dewasa menengah atau masa dewasa usia setengah tua , usia antara 40-60 tahun. Usia ini biasanya, seseorang telah mencapai karirnya ataupun merupakan masa paling produktif karena sudah tidak ada tanggungan, namun ada yang mengatakan masa ini merupakan masa penyesuaian dari dewasa menuju masa tua.
Masa tua (diatas 60 tahun) Pada usia ini biasanya seorang mengalami penurunan kekuatan fisik yang membatasi kegiatan mereka. Tarkadang penyakit yang diderita membuat seseorang merasa tidak berdaya.
C. Prinsip perkembangan :
- Perkembangan tidak terbatas
- Perkembangan selalu menuju proses diferensi dan integrasi
- Perkembangan dimulai dari respon-respon yang sifatnya umum menuju khusus.
- Perkembangan sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan , dan kedua proses ini tidak akan pernah bisa untuk dipisahkan.
- Setiap orang akan mengalami tahap perkembangan yang berlangsung secara terus menerus tanpa terpissah atau terlepas.
- Setiap anak mempunyai tempo kecepatan sendiri-sendiri .
- Dalam perkembangan dikenal adanya naik turun proses perkembangan .
- Dalam perkembangan terdapat masa peka.
- Perkembangan tiap-tiap anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan saja melainkan juga faktor hereditas atau keturunan.
D. Faktor yang mempengaruhi perkembangan
Ada dua faktor domain yang penting:
(a) faktor hereditas yang bersifat alamiah dan merupakan sesuatu yang di wariskan
dari orang tua
(b) faktor lingkungan sebagaikondisi atau pengalaman-pengalaman intraksional
yang memungkinkan berlangsungnya proses pengalaman.
(a). Faktor keturunan:
Terdapat 3 dasar penilitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadapa argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang .
Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan tempermen anak-anak.
Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir.
Dasar ketiga meniliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu kewaktu dan dalam berbagai situasi .
(b). Faktor lingkungan :
Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan, norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalammembentuk kepribadian seseorang.
Selain faktor keturunan dan lingkungan, faktor perkembangan juga dipengaruhi oleh obat. Misalnya pada saat mengandung seorang ibu yang mengkonsumsi obat karena suatu hal. Kemungkinan besar bayi yang dikandungnya akan mengalami gangguan .
E. Aliran Psikologi
Aliran Navitisme atau Aliran pembawaan Aliran ini mengemukakan bahwa manusia yang baru dilahirkan telah memiliki bakat dan pembawaan, baik karena berasal dari keturunan orang tuanya, nenek moyang maupun karena ditakdirkan demikian. Dan aliran ini beranggapan sudah tidak bisa dirubah .
Aliran Empirisme atau Aliran Lingkungan Aliran empirisme merupakan perkembangan anak sepenuhnya yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sedangkan faktor bakat tidak ada pengaruhnya.
Aliran Konverhensi atau Aliran Persesuaian Faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia tidak hanya berpengaruh pada lingkungan atau pengalaman dan tidak perpengaruh pada pembawaan saja, namun berpegang pada kedua faktor.
Aliran Asoaiasi Perkembangan dari empirisme pada Renaisans yang mempelajari tentang manusia. Menurut aliran asosiasi bahwa prosesi psikologi adalah ” Asosiasi Ide”.
Aliran Gestal Tujuan psikologi gestat menyelidiki organisasi aktifitas mental dan mengetahui secara tepat karakteristik interaksi antar manusia dengan lingkungannya.
Aliran Psikologi Kognitif Implikasi psikologi kognitif dalam pembelajara Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga anak mencapai keberhasilan.Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi.
Aliran Psikologis Konstruktivisme Salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan kita sendiri.
Aliran Behaviorisme Aliran tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman, aliran ini menekankan pada perubahan perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.
Aliran Humanisme Aliran ini mempelajari tentang diri, aktualitasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakekat dan individualitas.
F. Metode Psikologi Perkembangan
Pada Metode Psikologi Perkembangan memiliki 2 metode, yaitu metode umum dan metode khusus. pada metode umum ini pendekatan yang dipakai dengan pendekatan longitudinal, transversal, dan lintas budaya. Dari pendekatan ini terlihat adanya data yang diperoleh secara keseluruhan perkembangan atau hanya beberapa aspek saja dan bisa juga melihat dengan berbagai faktor dari bawaan dan lingkungan khususnya kebudayaan. Sedangkan pada metode khusus merupakan suatu metode yang akan diselidiki dengan suatu proses alat atau perhitungan yang cermat dan pasti. Dalam pendekatan ini dapat digunakan dengan pendekatan eksperimen dan observasi.
Psikologi kontemporer
Diawali pada abad ke 19, dimana saat itu berkembang 2 teori dalam menjelaskan tingkah laku, yaitu:
A. Psikologi Fakultas : Psikologi fakultas adalah doktrin abad 19 tentang adanya kekuatan mental bawaan, menurut teori ini, kemampuan psikologi terkotak-kotak dalam beberapa ‘fakultas’ yang meliputi berpikir, merasa, dan berkeinginan. Fakultas ini terbagi lagi menjadi beberapa subfakultas. Kita mengingat melalui subfakultas ingatan/memori, pembayangan melalui subfakultas imaginer, dan sebagainya.
B. Psikologi Asosiasi : Bagian dari psikologi kontemporer abad 19 yang mempercayai bahwa proses psikologi pada dasarnya adalah asosiasi ide, yaitu bahwa ide masuk melalui indera/alat indera dan diasosiasikan berdasarkan prinsip-prinsip tertentu seperti kemiripan, kontras, dan kedekatan.
Sumber:
Alisuf Sabri, Psikologi Umum dan Perkembangan
Drs. Alex Sobur, M.Si. Psikologi Umum.
Drs. H.Abu Ahmadi dan Drs. Munawar Soleh, Psikologi Perkembangan.
Elizabeth Hurlock, Child Development.
Linda Davidof, Pengantar psikologi
Rita L. Atkinson, Pengantar Psikologi.