Sabtu, 26 Maret 2011


BERBAGAI SEGI MANFAAT DARI PENGENDALIAN MARAH
Peningkatan energi dalam tubuh selama emosi marah berlangsung, akan membuat seseorang lebih siap untuk melakukan permusuhan fisik terhadap orang yang membangkitkan kemarahannya. Oleh karena itu, pengendalian marah mempunyai manfaat ditinjau dari berbagai segi:
Pertama :  Ia memelihara kemampuan berfikir manusia dan pengambilan keputusan yang benar. Ini menghindarkannya untuk tidak terjerumus dalam tindakan atau perkataan yang disesalinya nanti.
Kedua : Ia memelihara keseimbangan fisik manusia, karena ia melindungi manusia dari ketegangan fisik yang timbul akibat peningkatan energy yang terjadi akibat meningkatnya zat gula yang dikeluarkan oleh hati. Dengan demikian manusia akan terhindar untuk tidak melakukan berbagai tindakan kekerasan, seperti agresi fisik pada  musuhnya yang seringkali terjadi sewaktu emosi marah sedang berlangsung.
Ketiga : Pengendalian emosi marah dan tindakan tidak memusuhi orang lain, baik secara fisik ataupun dengan kata-kata dan tetap mempergauli orang lain dengan baik dan tenang, dengan sendirinya akan menimbulkan rasa tenang dalam diri si musuh itu dan mendorongnya mengadakan introspeksi. Tidak ragu lagi ini akan membuat terjalinnya persahabatan dan sikap saling cinta mencintai antara manusia dan menopang terjadinya hubungan-hbungan insani yang baik pada umumnya. Al-Qur`an menyatakan bahwa “...Tolaklah (kejahatan itu ) dengan cara yang lebih baik niscaya tiba-tiba orang yang diantaramu dan dia yang mengadakan permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia “(QS, Fushilat, 41:34).
Keempat : Pengandalian atas emosi marah, dari segi kesehatan juga sangat bermanfaat. Karena ia menghindarkan manusia dari banyak penyakit fisik yang pada umumnya yang timbul akibat berbagai emosi yang kuat.
Dengan demikian jelas hikmah seruan Allah pada manusia untuk mengendalikan kemarahannya dan member maaf kepada orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang bisa mengendalikan kemarahannya. Ini tercantum dalam Al-Qur`an:
 “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”(QS, Ali Imran, 3:133,134).
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”(QS, asy-Syura, 42:43),
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”(QS,asy-Syura,42:40).
“...maka maafkanlah (mereka)) dengan cara yang baik”(QS,al-Hijr, 15:85).
“...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni ? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “(QS, an-Nur, 24:22).
“....Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS,al-Ma`idah, 5:13).

Kamis, 17 Maret 2011

ISI METODE DAN METODE ISI

ISI METODE DAN METODE ISI
Isi metode dan metode isi merupakan dua istilah yang berbeda arti. Untuk mengetahui kedua istilah tersebut  diperlukan penjelasan istilah satu persatu. Namun demikian walaupun berbeda arti dan isinya, namun bagi para guru dan pendidik lainnya  kedua istilah tersebut sulit untuk dipisahkan, karena apabila tidak ada keduanya tidak akan terjadi kegiatan proses belajar mengajar.
Isi metode menunjuk pada pengertian  materi pelajaran atau  bahan yang akan diajarkan. Orang yang  banyak  hapalan suatu materi bahan ajar hasil penalaran dan menghapal dapat disebut hapal materi. Dengan kata lain orang tersebut memiliki ilmu pengetahuan tentang materi tersebut.
Sedangkan yang dimaksud dengan metode isi adalah  cara dan teknik menyampaikan materi atau menyebarkan suatu ilmu dengan tepat dan akurat. Orang yang memiliki keterampilan menggunakan cara dan teknik mengajar atau menyampaikan materi  disebut  menguasai suatu ilmu. Karena konsep menguasai adalah mampu mengendalikan dan mengatasi. Dalam arti ia mampu menyampaikan sesuatu dengan cara dan teknik yang tepat sehingga yang menerima merasa mudah memahaminya.
Dengan demikian seorang guru disamping hapal suatu materi yang  akan diajarkan, juga diperlukan metode yang tepat dan teknik yang akurat  dalam pembelajaran agar para siswa dapat dengan mudah apa yang diajarkannya.
Guru yang hanya hapal banyak materi saja tidak menjamin dapat menyampaikan materinya terhadap siswa dengan baik. Malah tidak jarang orang yang banyak hapal tentang ilmu, namun susah untuk diterima  oleh yang membutuhkannya. Namun sebaliknya  orang yang sedikit  hapal materi  tetapi banyak menguasai metode untuk menyampaikan materi/ilmu tersebut, justeru mudah diterima dan dimengerti oleh siswa atau orang yang membutuhkannya.
Oleh karena itu, idealnya  bagi para guru atau pendidik serta penyampai materi lainnya termasuk ahli da`wah, disamping banyak hapal tentang ilmu/materi, juga diperlukan banyak menguasai metode yang tepat untuk menyampaikan materi tersebut, agar  baik setitik atau seguadang ilmu dapat tersampaikan dengan baik kepada  setiap orang yang membutuhkannya.
“Ballighu `anny wa lau ayatan” Sampaikan dari padaku walaupun satu ayat. Hal ini  merupakan tugas kita untuk menyampaikan sesuatu  yang benar/haq walaupun satu ayat kebenaran. Ini tidak sesederhana  ungkapan tersebut apabila  tidak ditopang dengan metode yang  tepat. Materi sederhana dan sedikit dapat menjadi luas dan melebar bagi para penyampai yang bermetode, bahkan dengan mudah pula dapat diterima oleh orang lain. Sebaliknya orang yang banyak menghapal materi tanpa bermetode, seluas materi  tersebut akan susah untuk disampaikan dan sulit untuk dimengerti oleh orang  lain, sehingga penyampaian materi serasa monoton dan menjemukan.
Secara singkat  isi metode adalah materi. Orang yang paham materi adalah hapal materi, mengerti materi dan mengamalkan materi, tetapi belum tentu mampu menyampaikan materi.
Metode isi adalah cara menyampaikan materi, mengajarkan materi, dan mendidikan materi. Disebut menguasai materi karena banyak teknik dan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi. Menguasai materi berarti  mempertimbangkan metode dan teknik, psikologis (fisik dan fsikis), lingkungan pendidikan, filsafat pendidikan dan materi tertentu yang  disampaikannya.