BERBAGAI SEGI MANFAAT DARI PENGENDALIAN MARAH
Peningkatan energi dalam tubuh selama emosi marah berlangsung, akan membuat seseorang lebih siap untuk melakukan permusuhan fisik terhadap orang yang membangkitkan kemarahannya. Oleh karena itu, pengendalian marah mempunyai manfaat ditinjau dari berbagai segi:
Pertama : Ia memelihara kemampuan berfikir manusia dan pengambilan keputusan yang benar. Ini menghindarkannya untuk tidak terjerumus dalam tindakan atau perkataan yang disesalinya nanti.
Kedua : Ia memelihara keseimbangan fisik manusia, karena ia melindungi manusia dari ketegangan fisik yang timbul akibat peningkatan energy yang terjadi akibat meningkatnya zat gula yang dikeluarkan oleh hati. Dengan demikian manusia akan terhindar untuk tidak melakukan berbagai tindakan kekerasan, seperti agresi fisik pada musuhnya yang seringkali terjadi sewaktu emosi marah sedang berlangsung.
Ketiga : Pengendalian emosi marah dan tindakan tidak memusuhi orang lain, baik secara fisik ataupun dengan kata-kata dan tetap mempergauli orang lain dengan baik dan tenang, dengan sendirinya akan menimbulkan rasa tenang dalam diri si musuh itu dan mendorongnya mengadakan introspeksi. Tidak ragu lagi ini akan membuat terjalinnya persahabatan dan sikap saling cinta mencintai antara manusia dan menopang terjadinya hubungan-hbungan insani yang baik pada umumnya. Al-Qur`an menyatakan bahwa “...Tolaklah (kejahatan itu ) dengan cara yang lebih baik niscaya tiba-tiba orang yang diantaramu dan dia yang mengadakan permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia “(QS, Fushilat, 41:34).
Keempat : Pengandalian atas emosi marah, dari segi kesehatan juga sangat bermanfaat. Karena ia menghindarkan manusia dari banyak penyakit fisik yang pada umumnya yang timbul akibat berbagai emosi yang kuat.
Dengan demikian jelas hikmah seruan Allah pada manusia untuk mengendalikan kemarahannya dan member maaf kepada orang lain. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang bisa mengendalikan kemarahannya. Ini tercantum dalam Al-Qur`an:
“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”(QS, Ali Imran, 3:133,134).
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”(QS, asy-Syura, 42:43),
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim”(QS,asy-Syura,42:40).
“...maka maafkanlah (mereka)) dengan cara yang baik”(QS,al-Hijr, 15:85).
“...Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni ? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “(QS, an-Nur, 24:22).
“....Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS,al-Ma`idah, 5:13).
